Kamis, 03 Mei 2012

The Law Diminishing of Return :D

Assalamu'alaykum teman :)

sebenarnya postingan ini agak kurang penting, walaupun judulnya keliatan berat, hhe
tapi namanya juga blog pribadi, suka-suka saya dunk mau nulis apa aja :p

kalau kemarin saya banyak cerita tentang hal yang ga saya sukai alias si bawang merah, sekarang saya ingin cerita tentang hal-hal yang kita sukai. tepatnya tentang makanan yang lebih kita sukai. #makanan lagee :D

Teman-teman pasti punya kecenderungan untuk lebih suka pada sesuatu kan dibanding yang lain? Lebih suka kuning telur dibanding putihnya, ampela daripada ati ayamnya, kulit ayam dibanding dagingnya... pada bagian-bagian yang lebih disukai ini biasanya kita punya kecenderungan untuk kita makan dulu atau kita makan belakangan.

Jumat, 27 April 2012

Si Bawang Merah :D

Sudah lama sekali tidak posting tulisan.

Assalamu'alaykum teman, smoga senantiasa sehat yaa :)

kali ini saya ingin berbicara tentang apa yang kita benci.

apakah ada dari teman-teman yang membenci sesuatu secara berlebihan?

Yaa, saya sangat membenci yang namanya bawang merah, baik dalam bentuk mentah ataupun matang, baunya tidak hilang-hilang meskipun telah cuci tangan berkali-kali, bikin pedes mata lagi. saya tidak pernah mau masak karena harus pegang bawang merah dan karena tidak pernah diminta untuk masak :)

Sampai akhirnya, saya tidak tahu gimana ceritanya, mulanya, -mungkin ini gara-gara mb kost saya Mb Fatimah Arikhasari,  tanggungjawab mb :D-  saya jadi suka masak. yah, mau ga mau saya harus menggunakan sesuatu yang saya benci, karena hampir semua masakan butuh bawang merah bukan.

Yayaa, akhirnya saya harus berahabat dengan si bawang merah itu,  awalnya, saya pernah mencari cara bagaimana agar bau bawang merah itu tidak tertinggal di tangan setelah memasak. ya ada caranya ternyata, dan cukup simpel, cukup gunakan sedikit garam dan usap-usapkan ke tangan, akan sedikit berkurang baunya dibandingkan hanya dicuci menggunakan sabun. tapi saya bukan orang yang telaten untuk setiap kali memasak kemudian mengusap-usap tangan saya dengan garam. Ya, untuk bumbu dapur, garam memang bukan bahan yg cukup mahal, tapi karena selalu diperlukan jadi terasa lebih boros ternyata ketika menggunakan garam untu cuci tangan.

Lama-lama, saya meninggalkan kebiasaan mencuci tangan dengan garam tersebut, saya enjoy menjalani hobi baru saya dan kepuasan-kepuasan lain ketika selesai memasak, lebih hemat, lebih enak (kadang) dan yang pastinya lebih capek, hhe

Mungkin memang seperti ini ya fitrahnya, ap yang kita benci adalah sesuatu yang kita butuhkan.

Loh tapi gimana kalau yang kita benci bukan sesuatu yang kita butuhkan?

Pernah teman saya bercerita, seseorang yang sangat tidak suka timun , menambahkan potongan-potongan kecil ketimun di es krim stowberry kesukaannya. dan hasilnya, ada sensasi lain di es krim kesukaannya, sesuatu yang renyah dan menambah kelezatan menikmati es krim strowberrynya. ketimun yang ia benci sama sekali tidak mempengaruhi rasa es krim kesukaannya.

Kita akan dapat menghilangkan kebencian kita ketika kita mampu memarutnya hingga kecil, menyandingkannya dengan sesuatu yang kita sukai. Hati yang bahagia, hati yang senantiasa merasakan kenikmatan, adalah hati yang bisa mereduksi kebencian, kesusahan, hingga sekecil-kecilnya. begitu kata teman saya, Mb Hanifati Nur S. (terimakasih mb :)

“Boleh jadi apa yang kamu benci baik bagimu. Allah Mengetahui sedangkan kamu tak mengetahui” (QS. Al Baqarah: 216)

Smoga bermanfaat :)

Wassalamu'alaykum Wr Wb

Jumat, 18 November 2011

Lelah

aku lelah
ingin rasanya terus mengeluh
berkesah dengan begitu mudah

aku lelah!

dan jika ada yang tidak suka, silakan saja
akan kuucapkan pembenaran

Jumat, 11 November 2011

PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MOCAF (Modified Cassava Flour) sebagai Diversifikasi Pangan dan Subtitusi Terigu



          
           
   Sejak lama, Indonesia sudah dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Tapi, besarnya kekayaan alam baru sebagaian kecil yang dinikmati secara langsung oleh petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. Tidak saja karena petani masih berada dalam posisi tawar yang rendah dibanding pelaku agrobisnis lain, tetapi disebabkan karena mereka menjual produknya dalam bentuk bahan mentah dan atau bahan baku. Belum memiliki nilai tambah.
            Singkong yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu merupakan pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Di Indonesia sendiri tingkat popularitas singkong sebagai makanan pokok masih terkalahkan oleh beras yang sampai saat ini menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Ini membuat singkong sering dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan. Singkong tidak memiliki nilai jual yang tinggi.

Bahaya Boraks


bleng yang sering digunakan masyarakat untuk
bahan gendar atau karak itu juga boraks
Akhir-akhir ini banyak sekali industri pengolahan pangan yang menggunakan bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan diciptakan sebagai bahan tambahan makanan yang membuat makanan menjadi lebih enak dan menarik, Hal ini tentu saja tidak memperhatikan apakah bahan tersebut berbahaya bagi kesehatan maupun tidak dan tidak memperhatikan tingkat gizi maupun kualitas dari pangan itu sendiri. Bahan makanan tersebut antara lain adalah bahan pengawet seperti boraks, formalin, bahan pemanis buatan sperti aspartame, siklamat, sakarin, dan acesulfam..Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Di mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal.
        Beberapa industri pengolahan makanan yang terbukti menggunakan bahan makanan tambahan seperti boraks sebagai bahan pengawet didalam pengolahan makanan tersebut antara lain adalah pembuatan mie basah, untuk mengawetkan tahu, untuk pengawetan bakso, sosis, dan bahkan pembuatan lontong banyak yang menggunakan boraks sebagai bahan pengawet agar bahan makanan pangan tetap awet dan bisa dimakan dalam jangka waktu yang lama.

Ragu

mencoba mengingat-ingat kembali
bagaimana dulu aku jatuh cinta kepadamu

meyakinkan hati untuk kini membangun cinta denganmu

Minggu, 30 Oktober 2011

Kalau Adik Selalu Dekat dengan Kakaknya..

kalau adik selalu dekat dengan kakaknya.., mungkin g ada istilah kakak ketemu gede…atau adik ketemu gede lagi kali y?