Halaman

Saturday, October 27, 2012

#1: From MOCAF to Palm Sugar

Sebenarnya saya sama sekali tidak pernah terpikir untuk mengambil penelitian skripsi dengan mengangkat komoditas gula kelapa. Dari semester 5 saya sudah berniat untuk mengambil komoditas MOCAF (Modified Cassava Flour) untuk penelitian skripsi saya. Alasannya, sedikit idealis, masih jarang yang mengambil penelitian soial ekonomi tentang MOCAF, harapannya ketika banyak penelitian tentang MOCAF tersebut, MOCAF ini bisa sedikit lebih membumi di masyarakat  sebagai produk inovasi pangan, salah satu usaha dalam diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan akan gandum. Artikel tentang MOCAF tersebut pernah saya posting disini.

Kembali ke rencana skripsi saya tadi. Agak terlambat, pertengahan semester 7 saya baru mencari banyak informasi tentang MOCAF ini di lapangan,

Monday, August 13, 2012

Izin Penelitian Lintas Provinsi

Assalamualaykum teman :D

Sudah lama sekali tidak posting  :D

Beberapa hari ini saya sibuk mengurus izin penelitian skripsi saya yang ternyata agak ribet juga. Karena kuliah saya d UNS yang ada di Provinsi Jateng sedangkan penelitian skripsi saya di Kulon Progo Provinsi DIY maka izinnya harus lintas provinsi, mulai izin dari Badan Kesbang dan Polinmas Provinsi Jateng yang ada di Semarang  --> kemudian dari Badan Kesbanglinmas di Provinsi DIY yang ada di Jogjakarta --> baru bisa izin k KPT (Kantor Pelayanan Terpadu) Kabupaten Kulon Progo yang ada di Wates.

Saturday, November 12, 2011

PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MOCAF (Modified Cassava Flour) sebagai Diversifikasi Pangan dan Subtitusi Terigu



          
           
   Sejak lama, Indonesia sudah dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Tapi, besarnya kekayaan alam baru sebagaian kecil yang dinikmati secara langsung oleh petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. Tidak saja karena petani masih berada dalam posisi tawar yang rendah dibanding pelaku agrobisnis lain, tetapi disebabkan karena mereka menjual produknya dalam bentuk bahan mentah dan atau bahan baku. Belum memiliki nilai tambah.
            Singkong yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu merupakan pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Di Indonesia sendiri tingkat popularitas singkong sebagai makanan pokok masih terkalahkan oleh beras yang sampai saat ini menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Ini membuat singkong sering dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan. Singkong tidak memiliki nilai jual yang tinggi.